Keroncong Keretapi Malam
Kau menjemputku,
memujuk hariku
mendengar waktu.
Suara bergema tanpa kata,
Tanpa bahasa.
Hanya makna yang kukenal
dari getar cahaya asal
menjadi bekal.
Kau mengundang rindu
Bersama bait-bait
yang kuratah, aku kunyah
menjadi daging dan darah.
Dan bila darah tak lagi merah
Daging mula mengering,
Yang kukenal hanya rasa
dari getar makna
menerobos di segenap
rongga jiwa.
Inner Voice:
Keroncong Keretapi Malam is a song about time, meaning, longing and the things we carry through our journey.
It was written from the image of a midnight train arriving at an old railway station, where words become sound, sound becomes meaning, and meaning becomes something we carry with us.
Your thoughts mean so much and help me improve my writing. If you enjoyed the post, I’d love to hear more from you— your ideas make this space more engaging for everyone. Thank you for commenting. Let’s keep the conversation going!