Panggilan
I
Malam tak perlu dipanggil untuk datang
seperti aku datang, macam dulu, macam selalu.
Jika masa masa cemburu,
aku tetap nak curi seminit,
Yang tak pernah membalas bisikanku
seperti aku datang, macam dulu, macam selalu.
Jika masa masa cemburu,
aku tetap nak curi seminit,
untuk bersamamu.
II
II
Kunjungan ini bukan untuk minta jawapan.
Cuma cari apa yang pernah disekat
Cuma cari apa yang pernah disekat
dalam dinding waktu,
jiwa yang hidup dalam jiwaku.
Yang tak pernah membalas bisikanku
dengan fakta dan logika
Dia hanya menggunakan rasa
Dia hanya menggunakan rasa
yang tenaganya tak layak dimiliki,
tanpa memberi.
III
III
Kalau kita tak ingat, tak apa.
Kalau tak ada nama pun tak apa.
Sebab kita ada jejak,
Kalau tak ada nama pun tak apa.
Sebab kita ada jejak,
yang kita panggil resonansi.
Jika ini cuma gema,
maka akulah suara
mengganggu seisi alam
untuk terus membuatkan kau ada.
IV
Lalu aku datang bukan untuk mengulang,
Hadirku untuk saling bersahutan,
maka akulah suara
mengganggu seisi alam
untuk terus membuatkan kau ada.
IV
Lalu aku datang bukan untuk mengulang,
Hadirku untuk saling bersahutan,
menggemakan rindu yang terlalu rindu
untuk menyambut aku.

Your thoughts mean so much and help me improve my writing. If you enjoyed the post, I’d love to hear more from you— your ideas make this space more engaging for everyone. Thank you for commenting. Let’s keep the conversation going!