Memuatkan resonansi…

Lagu Jiwa Tua


Aku pernah berjalan di antara bintang-bintang,
sebelum kaki ini pandai memijak bumi.
Aku pernah menangis di tepi sungai,
sebelum mata ini celik melihat laut.

Aku pernah memanggil-Mu 
dalam bahasa-bahasa aneh
dalam nama-nama yang tak kukenal.

Aku memungut serpihan cahaya
di lorong-lorong kelam,
mengubat luka di celahan malam.

Ketika mengutip bunga liar,
aku jatuh, aku bangun, aku tercalar
di situ aku belajar menari, 
tarian abadi irama suciMu.

Aku sering didesak;
Dunia menarik aku dari gema bisikan halus 
yang menjawab doaku
Dunia meyimbah airmata palsunya
ke atas bara yang Kau nyalakan 
dalam dada ini.

Adakalanya, 
di malam-malam tertentu,
ketika dunia tertidur 
dan hanya bintang-bintang bernafas,
aku terdengar kembali bisikan itu:

“Pulanglah, kekasihku.
Aku di sini, di balik segala rindu dan kehilangan.”

Dan aku bangkit, berjalan lagi 
dengan tapak kaki berdarah,
bersama mata yang basah,
memujuk hati yang kini tahu:

Aku tak pernah sendirian.
Aku tak pernah sesat.
Aku sedang kembali,
ke pangkuan Cinta 
pertama dan terakhir.
Not every reader is chosen to share:

The Endless Resonance

Struggling with something? Let Us Know
Comments

Comments [0]