Wednesday, 2 March 2022

MATAHARI

Hari ini aku keluar bertemu sahabatku, sang matahari, setelah beberapa purnama dia disembunyi awan musim sejuk yang panjang. Hari ini perlahan-lahan dia menjengukkan mukanya kembali menyapa sahabat bumi di akhir musim.

Kucupannnya di mukaku, disertai hembusan lembut angin, menyembuhkan luka kedinginan yang menggigit ruang hati.

Untuk kesekian kalinya dia mengajar aku bahawa tiap awal ada akhirnya. Tiap gelap ada terangnya. Tiap dingin ada hangatnya. Tiap airmata pasti ada bahagia.

Tiada yang kekal. Semuanya berubah, setiap hari.
Terima kasih, sahabat.

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search