Saturday, 12 September 2020

TEWAS

Janggal.
Itu yang aku rasa
bila mendengar suaramu
bila menganalisa bicaramu.

Bila hari-hari menjadi begitu lesu,
terasa bagai ada yang kurang dalam waktu,
Bila tiada baris-baris perkataan
di muka komputer riba,
atau telefon bimbit menjadi bisu,
tanpa notifikasi pesanan darimu,
atau deringan yang kunanti
mengharapkan bisikan suaramu
di telinga ini.

Tiap kali itu terjadi,
aku tahan diri dari memperinci perasaan,
aku buang jauh-jauh kerinduan,
aku padam harapan yang hinggap di fikiran
Sedangkan engkau
tak daya aku singkirkan dari ruang akal
akhirnya rindu itu memahat namamu
di hati yang merah ini.

Terlalu angkuh untuk mengakuinya.
Tapi ya, aku tewas.
Aku jatuh cinta.
Lalu cuba kubina kata-kata bijak
mengatur langkah, menerokai jiwamu.

Mengertilah, wahai engkau
Hadir dirimu telah menjadikan aku
seseorang yang baru,
yang mencari tapak kekuatan,
bukan persinggahan khayal.

Memang ada kejanggalan,
kasih yang berbunga dari kejauhan
mendorong aku mengubah arah,
meninggalkan aku dengan satu tanda tanya;
"Adakah kau,
dia yang dijadikan untuk memimpinku,
dalam setiap langkah?"

Sophia Ibrahim. 
Kuala Lumpur  
14 April, 2015

Post a comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search