Semakin Jauh Semakin Dekat
Diversi:
|
Friday, September 18, 2020
|
loading... min read
Writing from the quiet side of the world.
(i)
Lilin yang menerangi kamar ini
seakan mengerti apa yang kurasa
bahangnya hangat
tapi sayang...
tak tersebar ke seluruh ruang
Bila jauh, terasa dingin mengucup kulitku
lalu ia kuhampiri untuk terus berada dekat
merelakan diri dibelai sinarnya yang hangat.
(ii)
Di luar tingkap,
kulihat daun-daun mula luruh
dan hari semakin singkat.
Tika malam memeluk hari,
aku di peluk rindu
Sampai siang membawa matahari,
aku dibawa sunyi
Semakin lama begini,
semakin terdesak
Menggagau dalam benak
soalan mengasak
dalam nada yang sama...
Bila?
Di mana?
Bagaimana?
Sedang aku hanya tau
mengapa dan siapa.
(iii)
Lilin itu semakin layu
aku semakin pilu
dan dia...
Dia semakin jauh...
Dan bila semakin jauh,
semakin dekat dia
menakluk hati.

Your thoughts mean so much and help me improve my writing. If you enjoyed the post, I’d love to hear more from you— your ideas make this space more engaging for everyone. Thank you for commenting. Let’s keep the conversation going!