Memuatkan resonansi…

Suara


Aku ini hanyalah kata 
yang ditakdirkan menjadi suara
untuk kau dengar, untuk kau tafsir gemanya.

Aku ini hanyalah sesuatu 
yang kau gambarkan di dalam tidurmu
dan mungkin menjadi satu kenyataan indah 
kerana akulah suara itu, bernyanyi di air matamu.

Aku ini hanyalah satu dari cerita 
yang engkau bisikkan ke dalam ruang jiwamu 
yang mencari hingga terbit rasa rindu
bila aku lantas menjadi kekeliruan 
yang tak pernah kau ragu.

Tidakkah ini benar?

Ketika matahari pun jatuh di kaki langit menghilang, 
membawa gelapnya indah alam
bersatu dengan suara bulan yang sepi; 
Engkaulah pancaran yang bersinar di jiwaku.

Aku ini hanyalah suara 
yang menjadi kata-kata
tulus berbisik di jiwamu 
dan tak mau aku pergi...
Not every reader is chosen to share:

The Endless Resonance

Struggling with something? Let Us Know
Comments

Comments [0]