Suara
yang ditakdirkan menjadi suara
untuk kau dengar, untuk kau tafsir gemanya.
untuk kau dengar, untuk kau tafsir gemanya.
Aku ini hanyalah sesuatu
yang kau gambarkan di dalam tidurmu
dan mungkin menjadi satu kenyataan indah
kerana akulah suara itu, bernyanyi di air matamu.
Aku ini hanyalah satu dari cerita
yang engkau bisikkan ke dalam ruang jiwamu
yang mencari hingga terbit rasa rindu
bila aku lantas menjadi kekeliruan
yang tak pernah kau ragu.
Tidakkah ini benar?
Ketika matahari pun jatuh di kaki langit menghilang,
membawa gelapnya indah alam
bersatu dengan suara bulan yang sepi;
Engkaulah pancaran yang bersinar di jiwaku.
Aku ini hanyalah suara
yang menjadi kata-kata
tulus berbisik di jiwamu
dan tak mau aku pergi...
If you enjoyed the post, I’d love to hear more from you— your ideas make this space more engaging for everyone. Thank you for commenting. Let’s keep the conversation going!