Wednesday, 3 February 2016

KUCARI ENGKAU DALAM TIDURKU


Masuk hari yang ke dua puluh satu
tidur malamnya bertukar siang
siang jadi malam,
malam bertambah kelam.
Tak ada cahaya,
dia meraba dalam gelap.

Di antara asap berkepul,
deruman keretapi,
loceng gereja dan azan masjid
kaki melangkah tak tentu arah
mencari arah, tanpa diarah.

Tidurnya bukan untuk bermimpi
Tidurnya menunggu hari.
Tidur bertilamkan bangku
berselimut kain rindu berwarna putih 
Putih. Macam salju.
Macam awan.
Macam susu.


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search