Memuatkan resonansi…

A Go-Go With You


🖤 

Era yang tak pernah tempuh tapi rasanya kekal di ingatan
Déjà vu Kita
Untukmu, dari aku yang menari denganmu di tiap zaman
Mentol kuning berkerlip, 
kau datang dalam sut hitam berkilat,
Aku — gadis polka dot berlesung pipit, 
duduk di penjuru dewan,
menunggu siapa lagi kalau bukan… 
engkau.

Lagu mula bermain, dari piring hitam,
Poetry in motion…

Kau hulurkan tangan dan aku, 
biarkan masa berundur bersamamu.
tanpa ragu.

Di bawah langit pekan kecil,
mentari dah lama pulang ke ufuk,
kau kupeluk
dan bait lama menjadi baru:

She’s much too nice to rearrange…

Sambil tangan merayap ke tengkukmu,
mataku berbisik,

I’m already yours.

Tarian kita bukan sekadar gerakan di lantai kayu,
Gerakan kita mengukir ruang masa 
hidup dalam kenangan.

Hati bermadah ketika mata membelai mata:
Dia pandang aku macam aku ni lukisan.
Aku tak pasti dia nampak apa,
tapi aku nampak masa depan.
Dan malam itu, antara swing, doo-wop, dan pop yeh yeh,
aku tahu…
kau adalah prom king hati aku
di setiap zaman yang pernah wujud, 
yang sedang dan yang akan datang.

Dan di antara jari jemariku, 
kau gemankan rasa:
Engkau datang… seperti bayang.
Lembut langkahnya menyentuh bumi,
tanpa bunyi.
Aku tak tahu nama,
tapi aku tahu rasa.
Dan rasa ini,
mungkin lebih tahu 
dari segala ejaan dan tatabahasa.
Not every reader is chosen to share:

The Endless Resonance

Struggling with something? Let Us Know
Comments

Comments [0]