TEWAS


Janggal.
Itu yang aku rasa
Bila mendengar suaramu
Bila menganalisa bicaramu
Bila hari-hari menjadi begitu lesu,
kurasa ada yang kurang dalam waktu,
tanpa baris-baris perkataan
di muka komputer riba,
atau telefon bimbit menjadi bisu,
tanpa notifikasi pesanan darimu,
atau deringan yang kunanti
mengharapkan bisikan suaramu
di telinga ini.

Tiap kali itu terjadi,
aku tahan diri dari memperinci perasaan,
aku buang jauh-jauh kerinduan,
aku padam harapan yang hinggap di fikiran
Sedangkan wajahmu tak daya aku singkirkan dari ruang mata ini
hingga rindu memahat namamu dalam hati.

Aku tewas.
Aku jatuh cinta.
Tapi bagaimana harus aku lafazkan?

Hadirnya engkau telah menjadikan aku seseorang yang baru,
yang mencari tapak kekuatan,
bukan persinggahan khayal.
Walau janggal,
kasih yang berbunga dari kejauhan
mendorong aku mengubah arah,
meninggalkan aku dengan satu tanda tanya;

"Apakah kau orangnya
yang dijadikan untuk memimpinku,
dalam setiap langkah?"

Sofea Ibrahim. 
Kuala Lumpur  
14 April, 2015
TEWAS TEWAS Reviewed by Ray FL on Wednesday, December 14, 2016 Rating: 5
Powered by Blogger.