PANDANGAN PERTAMA

Tulus, bening keikhlasan
yang tersembunyi di balik bibirmu.
Enggan engkau kotori makna
dengan perkataan yang sia-sia.

Terbit dari hati satu erti,
hanya dengan satu kata;
Waktu.
Seketika aku buntu,
keliru akan maksudmu, tentang pandangan pertama.
Tentang waktu.

Namun naluri memantul sinar.
Menerangi resah yang tak sabar
untuk meneroka dan menjadi pemilik
sekeping hati.
Hati yang tertanam dalam hatimu.
Hasrat sebuah harapan yang terlalu rindu,
yang bergelora...ingin selamanya hidup di situ.

Ajarkan aku tentang pandangan pertama.
Ajarkan aku tentang resah gelisah
Tentang rindu dan lara. Tentang bahagia.
Ajarkan aku tentang harga
setiap titik air mata,
Nilai setiap senyuman dan harapan.

Ajarkan aku tentang kekuatan
yang terbina dari setiap peristiwa
Tangis dan ketawa.
Ajarkan aku betapa pandangan pertama itu
bukan sekadar mata. Ia jiwa. Resapan kalbu.
Pembebasan rindu yang dibelenggu
oleh waktu yang menolak untuk mengerti
bahawa penantian itu... Ngeri.

Pandangan pertama,
kekal setia mengubat semua kesakitan
hadiah dari waktu yang tak menunggu.
Hingga hati menjadi tepu
Saat waktu mahu menguji lagi.

Mengapa waktu...
Sering gagal memudarkan
pandangan pertama?
Lantas menggantikan ia
menjadi kerinduan abadi.
PANDANGAN PERTAMA PANDANGAN PERTAMA Reviewed by Annie Ray Yusoff on Saturday, June 04, 2016 Rating: 5
Powered by Blogger.