HEAVEN IN YOUR EYES

Lucky I'm in love with my best friend. Lucky to have been where I have been.

Semalam dia bertanya lagi,
"Sayang, masihkah cintamu kukuh seperti dulu?" Ketawa kecil mendengar pertanyaannya, tanpa menjawab, aku bertanya,
"dah hilang ke semua kepercayaan kau pada aku, atau aku yang dah rosakkan kepercayaan engkau pada aku?"
"Kau tau kenapa aku bertanya."
"Tak, aku tak tau. Mengapa?" Sememangnya aku tau, tapi sengaja aku buat-buat tak tau, sebab aku mau dia melafazkannya kerana tenang hati aku bila mendengar dia melepaskan rasa.
"Kadang-kadang kau pun tanya aku soalan yang sama... dah hilang ke percaya dan yakin kau pada aku atau aku yang dah rosakkan percaya dan keyakinan engkau sampai engkau mesti mempersoalkan tentang kasih sayang dan cinta aku? Aku nak dengar..."
Gadisku menggenggam tangan aku dengan lembut, selembut hatinya. Kukuh, seteguh cintanya.
"Lama, bukan sehari dua, atau sebulan dua, atau seminggu dua, atau setahun dua. Kita tak ambil jalan rentas, tak ada hi-way. Kau tau apa yang special tentang tu?"
"Semestinya. Kerana perjalanan tu satu pengalaman dan melaluinya kita dah saksikan macam-macam hal, dan kita akan saksikan banyak hal lagi."
"Dan kita ambil masa dari tiap perjalanan itu sebagai motivasi cinta kita. Aku nak dengar, Ray..."

Kelembutannya selalu melembutkan hati aku. Lalu kucapai gitar  dan melagukan itu lagi untuknya. Aku tau dia suka, lagu cinta kami. Katanya, saat itu, saat dulu selalu menguatkan semua perasaan begitu juga cintanya, keyakinannya. Kenangan. Itulah yang selalunya ia lakukan. Sewaktu itu, dia seorang kawan. Seorang gadis yang aku kagumi. Gadis yang aku kagumi dari semua sudut.


Kecantikannya.
Kepintarannya,
Kesabarannya.
Keikhlasannya.
Kejujurannya.
Kelembutannya.
Kehalusannya.
Seninya.
Hatinya.
Cemburunya.
Rajuknya.
Marahnya.
Kemanjaannya.
Humournya.
Senyumannya.
Sentuhannya.

Andai harus aku senaraikan, terlalu panjang. Bulan, bintang, matahari, angin, hujan, langit dan bumi, mereka semua menyaksikan kekaguman aku kepada gadis itu, yang telah menjajah dan meneroka hati aku, tanpa susah payah. Anugerah Tuhan untuk aku yang selalu aku syukuri, yang akan selalu aku jaga dan lindungi dengan kelembutan. Yang akan tetap aku pelihara dengan kejujuran.

Farah, tanyakanlah lagi, supaya kekeliruan itu tidak memesongkan hatimu. Tanya, jangan pernah jemu atau malu kerana aku takkan pernah bosan untuk menjawab dan menerangkannya. Dan tak akan ada alasan untuk menolak bila tiap kali kau minta aku nyanyikan lagi lagu itu untukmu. Ia masih segar, cahayaku. Tetap segar dan mekar tanpa pernah layu, sebagaimana segar dan mekarnya cinta kita sejak mula dulu, hari ini dan selamanya.

Just another day, I tried to find the words to say
So I sat right down to write myself a letter
A letter I would never send
I walked by your house again
but I held it in my hand cause it's just too early
To let you know that my heart is falling deeper
deep in love with you
and if you only knew...

I see heaven in your eyes and it puts me in a trance
I lose perspective of who I am,
it happens when I glance
I get defenseless from your world
and I don't know what to do
When we're together I can stare forever looking at you
It's heaven in your eyes.

The times I spend with you,
all the simple things you do
The way you touch, it makes my life worth living
Living in this world of mine
For so long I've tried to find
the one who understands the way I'm feeling
and takes me higher through the clouds into the light
beyond my fears and whispers in my ear

I see you, you see me,
you're the one
you're the sun who steals the dark from the night...

Don't you know
that my heart is falling deeper,
deep in love with you?
and if you only knew,
I see heaven in your eyes.
"It is not a lack of love, but a lack of friendship that makes unhappy marriages." 
HEAVEN IN YOUR EYES HEAVEN IN YOUR EYES Reviewed by Ray FL on Thursday, June 06, 2013 Rating: 5
Powered by Blogger.